Disseminated Intravascular Coagulation

| May 2, 2012

DIC (Disseminated Intravascular Coagulation)

Disseminated Intravascular Coagulation (Koagulasi Intravaskular terdisemenasi) bukanlah salah satu jenis penyakit. Gangguan ini umumnya muncul sebagai komplikasi dari suatu penyakit.

Munculnya DIC akan mempercepat (mengakselerasi) penggumpalan yang pada akhirnya menyebabkan :

  • oklusi pembuluh darah kecil
  • nekrosis organ
  • kehabisan faktir penggumpalan
  • keping darah yang bersikulasi
  • aktivitas sistem fibrinolitik

Dan kondisi seperti ini akhirnya memicu timbulnya hemoragi berat.

Umumnya DIC merupakan kondisi akut untuk seorang pasien, namun kondisi ini bisa berubah menjadi kondisi kronis jika terjadi pada pasien kanker.

Hemoragi yang muncul kemungkinan besar, keadaan ini adalah akibat dari pengaktifan kaogulasi dari produk degradasi fibrin dan habisnya faktor plasma.

Kemungkinan yang akan terjadi pada pasien tergantung pada deteksi yang dilakukan sedini mungkin dan penanganan keparahan hemoragi serta penanganan penyakit atau konidis pencetus DIC.

disseminated intravascular coagulation

Askep DIC

Faktor yang menjadi pemicu timbulnya kondisi DIC sangat beragam, diantara pencetusnya adalah :

  • Gangguan yang menyebabkan nekrosis, seperti :
    • luka bakar
    • trauma ekstrem
    • kehancuran jaringan otak
    • rejeksi transplan
    • nekrosis hepatik
  • Infeksi, misalnya :
    • septisema gram – negatif
    • septisema gram – positif
    • infeksi virus
    • infeksi jamur
    • riketsia
    • infeksi protozoa (malarian falsiparum)
  • Pengidap penyakit neoplasti, misalnya
    • leukemia akut
    • karsinoma metastatik
  • Komplikasi obsterik, misalnya :
    • abruptio placentae
    • embolisme cairan amniotik
    • maya fetus uang tertahan
  • Faktor lainnya seperti :
    • stroke jantung
    • syok
    • gigitan ular beracun
    • sirosis
    • embolisme lemak
    • transfusi darah yang tidak kompatibel
    • halangan kardiak
    • pembedahan yang memerlukan bypass Ikardiopulmoner
    • hemangioma raksasa
    • trombosis venosa parah
    • fulminans purpura

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala yang sering muncul pasien yang mengalami DIC antara lain :

  • pendarahan abnormal tanpa disertai riwayat gangguan hemoragi serius
  • perembesan kutaneus
  • petekia, ekimosis, hematoma, akrosianosis
  • pendaran di tempat pembedahan atau prosedur invasif
  • pendarahan traktus GI
  • oliguria, nekrosis tubular akut
  • mual
  • muntah
  • dispnea
  • koma
  • syok
  • kegagalan sistem organ utama
  • nyeri otot, punggung dan abdomen parah

Penanganan

Penanganan yang dimungkinkan dilakukan pada pasien DIC adalah :

  • jika tidak terjadi pendarahan, perawatan suportif bisa membantu kesembuhan pasien
  • jika terjadi pendarahan, pasien akan memerlukan :
    • darah
    • plasma bekeu dan segar
    • keping darah
    • kumpulan RBC
  • pemberian antitrombin III dan gabexetae mesylate untuk menghambat kaskade penggumpalan
  • terapi heparin umumnya diwajibkan jika pasien mengalami trombosis. (nn)

Tags: , , , , , , , , , ,

Category: MEDIS