Gangguan Pada Masa Pubertas
Masa Pubertas
Gangguan fisik berupa penyakit jarang ditemukan pada masa pubertas, tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit juga lebih rendah dibandingkan pada masa anak – anak.
Gangguan pada masa pubertas lebih banyak disebabkan oleh faktor psikologis yang terkadang berakhir pada tindakan bunuh diri akibat depresiĀ dan stres berat.
Gangguan fisik pada masa pubertas umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan kelenjar endokrin.
Faktor Psikologis
Bahaya psikologis yang mengancam anak – anak pada masa pubertas, lebih banyak disebabkan oleh :
1. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan, yang bisa dipicu oleh :
- sikap orang tua yang acuh terhadap perubahan anak
- kurangnya bekal pengetahuan yang dimiliki anak
- pandangan orang yang merendahkan dan masih mengganggap tabu jika anak bertanya tentang pubertas sehingga anak malu bertanya
2. Ketidakpuasan terhadap diri sendiri
Sikap tidak puas atas perubahan bentuk tubuh yang dimilikinya memicu sikap rendah diri pada anak, rasa takut ditolak oleh kelompoknya sehingga anak tidak dapat beradaptasi dengan baik.
Kemampuan anak untuk mengembangkan hubungan interpersonal juga tidak berkembang dengan baik.
3. Konsep diri yang salah
Konsep diri yang salah pada anak bisa menyebabkan sikap :
- asosial pada anak
- keinginan untuk balas dendam
- agresif
- cenderung bersikap negatif
- rasa tidak bahagia
4. Perubahan emosi pada anak
Perubahan emosi yang dialami oleh remaja bisa mengakibatkan turunnya prestasi anak.
Hal ini dipicu oleh rasa bosan yang didominasi oleh anak, kurangnya minat pada suatu hal sehingga menyebabkan kemalasan pada anak.
Perkembangan fisik yang terlalu cepat membuat anak kurang bertenaga sehingga gairah untuk melakukan tugas sekolah semakin menurun.(nn)
Category: Ibu & Anak, PSIKOLOGI






