Keguguran, Penyebab Dan Penanganannya
Keguguran
Keguguran atau disebut juga sebagai aborsi spontan karena keluarany janin dari dalam kandungan sebelum berumur 24 minggu.
Penggnaan kata aborsi dalam istilah kedokteran dimaksudkan untuk mendeskripsikan kehamilan yang berhenti mendadak, baik dilakukan secara sengaja atau dikarenakan oleh sebab – sebab alami.
Beberapa data menyebutkan bahwa hampir 1/3 atau 30 % lebih keguguran terjadi pada kehiamilan pertama.
Penyebab Keguguran
Keguguran alami bisa diakibatkan oleh beberapa hal, seperti :
- rusaknya sperma atau sel telurĀ yang menyebabkan perkembangan janin tidak normal
- tidak normalnya bentuk rahim secara anaotomis sehingga tidak mampu mempertahankan kehamilan hingga usia melahirkan
- fibroin pada rahim
- serviks yang lemah, biasanya disebabkan oleh aborsi induksi yang tidak tepat atau persalinan yang terlalu cepat pada kehamilan sebelumnya
- tidak cukupnya plasenta dalam rahim, yang bisa disebabkan oleh plasenta gagal atau plasenta tidak berkembang dengna baik sehingga mempengaruhi perkembangan janin
- diabetes yang tidak terkontrol
- tekanan darah yang terlalu tinggi
- ketidakmampuan resus
- infeksi pada ibu hamil yang diakibatkan oleh virus tau bakteri seperu sifilis dan rubela
Penanganan Keguguran
Ada tiga macam tindakan yang akan dilakukan dokter ketika menangani kasus keguguran :
- jika keguguran yang dialami pasien masuk dalam kategori aborsi resiko tinggi (threathened abortion) dokter akan menyarankan pasien untuk berbaring di ranjang selama 24 jam untuk menunggu perkembangan selanjutnya
- bila keguguran disebabkan oleh tingkat hormon yang rendah, dokter akan menyarankan untuk berbaring di ranjang walaupun tidak mempengaruhi perkembangan selanjutnya
- pendeteksian menggunakan scan ultrasound untuk mengetahui apakah bayi/janin masih hidup atau sudah meninggal, dan mengecek apakah masih ada jaringan yang tertinggal di rahim
Pada beberapa kasus keguguran, pasien bisa saja mengalami pendarahan hebat sehingga memerlukan transfusi darah. (nn)
Category: Ibu & Anak, MEDIS






