Lahan Gambut Di Indonesia
Gambut
Pada kondisi yang tepat, gambut merupakan cikal bakal terbentunya sumber energi, batu bara. Oleh karena itulah gembut seringkali disebut sebagai batu bara muda.
Gambut memiliki tekstur yang lunak, yang akan mengeluarkan kandungan airnya jika ditekan secara paksa.
Gambut yang telah dikeringkan bisa digunakan sebagai bahan energi, dan menjadi sumber energi penting pada negara – negara yang memiliki pohon terbatas seperti Skotlandia dan Irlandia.
Secara sederhana, gambut bisa dimanfaatkan sebagai penghasil energi untuk kepentingan memasak atau pemanas dalam lingkup rumah tangga.
Sedangkan pada skala lebih modern dan lebih besar lagi, gambut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik, seperti yang dilakukan Finlandia.
Gambut Di Indonesia
Lahan gambut di Indonesia mencapai luas 9,7 ha atau setara dengan seperempat luas lahan gambut yang berada di wilayah tropis.
Berdasarkan kondisi dan sifatnya, lahan gambut yang berada di wilayah Indonesia bisa dibagi menjadi :
Jenis Gambut
1. Gambut Topogen
adalah lahan gambut yang tebentuk akibat genangan air yang terhambat oleh drainase yang buruk di wilayah dataran tanah yang cekung di belakang pantai atau di daerah pegunungan.
Lahan gambut jenis ini umumnya hanya memiliki kedalaman sekitar 4 m, dengan kandungan air yang tidak terlalu asam dan tanahnya relatuf subur.
Gambut ini merupakan jenis gambut yang jarang dijumpai.
2. Gambut Ombrogen
adalah lahan gambut yang terbentuk oleh adanya gambut topogen. Gambut jenis ini lebih sering dijumpai dibanding gambut topogen.
Gmabut ombrogen memiliki usia yang lebih tua dibanding gambut topogen dengan kanduangn unsur hara yang terbatas. Tingkat keasaman airnya pun lebih tinggi, mencapai pH 3,0 – 4,5.
Gambut ini umumnya ditemukan tidak jauh dari daerah pantai dengan kedalaman lahan sekitar 20 cm. (nn)
Category: Geografi






