Langkah Penyelamatan Bumi, Lestarikan Hutan Mangrove

| March 26, 2012

Hutan Manggrove

Jika kite berlibur ke pantai yang masih asri, biasanya kita akan menemukan sekumpulan pohon bakau atau yang lebih dikenal dengan sebutan hutan mangrove.

Hutan mangrove biasa terbentuk di atas rawa – rawa atau daerah berair payah di sekitar tepi pantai, khususnya di tempat – tempat yang terjadi pelumpuran atau tempat terjadinya penumpukan bahan organik.

Tumbuhan ini termasuk tumbuhan yang unik karena bisa beradaptasi dengan lingkungan yang kurang akan kandungan oksigen dan kondisi tanah yang kurang menguntungkan untuk tumbuh.

Hutan manggrove yang ada di Indonesia merupakan hutan mangrove terluas di dunia dengan luas mencapai 2,5 – 4,5 juta hektar. Melebihi hutan mangrove yang terdapat di negara – negara lain seperti Brazil, Nigeria dan Australia.

Tumbuh di lingkungan tanah yang buruk, ternyata hutan mangrove menyimpan sejuta manfaat untuk kelestarian alam.

Langkah Penyelamatan Bumi, Lestarikan Hutan Mangrove

Manfaat Hutan Mangrove

Ada banyak manfaat yang dihasilkan oleh hutan mangrove. Secara garis besar, hutan mangrove menguntungkan dalam 3 kategori, yaitu manfaat secara fisik, biologis dan manfaat dalam lingkup ekonomi.

Secara fisik, hutan mangrove berfungsi sebaga berikut :

  • Mencegah terjadinya abrasi oleh air laut atau erosi pada daerah muara sungai
  • Menjaga garis pantai agar tetap stabil
  • Mencegah terjadinya penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan terbukanya lahan baru
  • Menahan badai atau ombak besar dari laut
  • Sebagai filter air agar air laut berubah menjadi tawar dan menjaga air tetap jernih
  • Menyerap limbah racun dan CO2 serta sebagai penghasil O2

 Secara biologis, fungsi dari hutan mangrove antara lain sebagai berikut :

  • Tempat berkembangbiaknya/tumbuhkan ikan dan udang sebelum kembali ke laut
  • Rumah atau habitat alami untuk  berbagai macam burung atau hewan – hewan lainnya
  • Penyeimbang pada rantai makanan karena menghasilkan pelapukan sebagai makanan untuk plankton
  • Sumber plasma nutfah dan genetik untuk berbagai macam hewan

Sedangkan dalam segi ekonomi, hutan mangrove berfungsi sebagai :

  •  Tempat wisata alam sekaligus tempat penelitian dan pendidikan yang efektif
  • Sebagai sumber berbagai macam bahan bakar seprti kayu bakar, alkohol dan arang
  • Penghasil bahan baku untuk berbagai macam industri, seperti kecantikan, tekstil, kertas, makanan dan obat – obatan
  • Penghasil bibit – bibit ikan, nener, ke[iting, kerang dan bandeng dengan cara tambak silvosfishery

Jika Hutan Mangrove Punah

Punahnya atau berkurangnya hutan mangrove sangat merugikan alam, selain kelestarian alam terancam, berkurangnya hutan mangrove juga bisa memicu punahnya beberapa jenis hewan langka.

Hutan mangrove merupakan habitat alami bagi satwa liar seperti harimau sumatera, bekantan, bubut hitam dan bangau tongtong. Berkurangnya hutan mangrove tentunya sangat mempengaruhi jumlah hewan tersebut.

Selain itu, hilangnya hutan mangrove bisa mengakibatkan terjadinya abrasi pantai dan erosi tanah di pinggiran sungai. Dan dalam jangka panjang bisa mengakibatkan banjir.

Dalam jangka panjang, berkurangnya hutan mangrove akan mempengaruhi hasil tangkapan ikan di laut dan juga penghasilan penduduk setempat . (nn)

 

 

Category: INFORMAL, Solusi

Comments are closed.