Mendapat Perbuatan Yang Tidak Menyenangkan? Tuntut Dengan KUHP Pasal 335

| March 8, 2012

KUHP Pasal 335

Negara kita memang disebut sebagai negara hukum yang menjungjung tinggi hak asasi manusia melalui peraturan yang tertuang dalam undang – undang berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Dalam undang – undang yang diterapkan sebagai dasar hukum negara kita sebenarnya setiap warga mempunyai hak yang sama untuk dilindungi dan dihormati semua hak asasinya.

Mulai dari hak asasi manusia untuk hidup, bersosialisasi, meyakini apa yang telah menjadi keyakinannya hingga hak asasi yang bersifat kemerdekaan dan kenyamanan dalam menjalani hidup.

Termasuk didalamnya pasal yang mengatur tentang penghinaan dan perbuatan yang tidak menyenangkan seperti yang tertuang dalam KUHP Pasal 335.

Dalam Kitab Undang – undang Hukum Pidana, pasal 335 termasuk dalam pasal yang menangani tentang kejahatan terhadap kemerdekaan orang.

Atau sering juga disebut sebagai pasal yang mengurusi permasalahan perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan seseorang.perbuatan tidak menyenangkan

Bunyi Dan Penerapan KUHP Pasal 335

Bunyi dari KUHP Pasal 335 adalah sebagai berikut :

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:

1. barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain;

2 barang siapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis.

(2) Dalam hal sebagaimana dirumuskan dalam butir 2, kejahatan hanya dituntut atas pengaduan orang yang terkena.

Penerapan Pasal 335

Dalam prakteknya, pasal 335 bisa kita gunakan ketika kita dipaksa untuk melakukan yang tidak kita inginkan, baik paksaan tersebut termasuk dalam paksaan bersifat psikis ataupun fisik.

Atau bisa juga si korban dipaksa untuk membiarkan suatu kejadian yang melawan hukum tersebut terjadi.

Pasal ini juga bisa digunakan untuk menjerat orang ketika dia melakukan suatu tindakan yang mencemarkan nama baik kita di mata publik.

Baik pencemaran tersebut dalam bentuk tulisan ataupun lisan, di mana umumnya tindakan pencemaran ini masih satu paket dalam tindakan pemaksaan kehendak satu pihak.

Namun tindakan ini baru bisa diproses secara hukum jika sang korban melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwajib dan menyatakan keberatan terhadap perlakuan yang dia terima dari tersangka. (nn)

Tags: , , , ,

Category: Pidana

Comments are closed.