Mengenal Budaya Wayang Lewat Museum
Museum Wayang
Sejarah Museum Wayang
Museum Wayang berdiri di sebuah gedung yang dulunya dalah bangunan gereja yang pada masa penjajahan Belanda digunakan sebagai tempat ibadah oleh penduduk sipil dan tentara Belanda yang tinggal di Batavia.
Sebelum berubah menjadi Museum Wayang, bangunan gereja ini pernah digunakan sebagai :
- gudang, tahun 1912
- monumen, tahun 1936
- Museum Batavia Lama, tahun 1939
Dan akhirnya resmi menjadi Museum Wayang pada tanggal 13 Agustus 1975, atas saran dari gubernur DKI Jakarta pada masa itu, Ali Sadikin.
Koleksi Museum Wayang
Dalam Museum Wayang terdapat lebih dairi 5.000 koleksi wayang, yang tidak hanya berasal dari wilayah di Indonesia.
Koleksi wayang yang terdapat di lantai 2 Museum Wayang, berasal dari berbagai daerah, diantaranya :
- Jawa
- Bali
- Lombok
- Sumetera
- India
- Pakistan
- Malaysia
- Polandia
- Inggris
- Suriname
- Kolombia
- Tiongkok
- Prancis
- Thailand
- Amerika
Koleksi wayang yang didapat dari luar negeri, berupa koleksi :
- wayang golek
- wayang kulit
- wayang mainan
- wayang bonek
Koleksi wayang yang dipamerkan terdiri dari 2 jenis wayang :
- wayang 2 dimensi
- wayang 3 dimensi
Selain menjadikan koleksi wayang sebagai koleksi utamanya, Museum Wayang juga memiliki koleksi dalam bentuk :
- perangkat gamelan yang digunakan sebagai alat musik pengiring pertujunjukan wayang
- lampu blencong, yang menjadi alat penerangan pada pertunjukan wayang kulit
Sedangkan di lantai dasar museum, dihiasi dengan aneka lukisan yang mengangkat tema lakon perwayangan, yang didapat dari :
- pembelian
- hibah
- titipan
- sumbangan . (nn)
Category: BANGUNAN, INDONESIA, JALAN-JALAN, Umum






