Menghilangkan Nyawa Atau Melukai Seseorang Bisa Dijerat Pasal 359 KUHP

| March 20, 2012

Pasal 359 KUHP

Masih ingat kasus meninggalnya istri Saeful Jamil dalam kecelakaan maut atau kasus yang terbaru adalah kasusnya Apriani bersama Xenia yang membabi buta di tugu Monas.

Walaupun tak sama persis, keduanya pernah dijerat dengan delik pasal yang sama yaitu pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain terluka atau meninggal.

Pasal 359 KUHP sering digunakan untuk menjerat supir ugal – ugalan yang sering mnajdi biang kerok terjadinya kecelakaan di jalan.

Mungkin karena itulah kita masih sering menjumpai korban tabak lari di jalanan, selain karena takut dikeroyok massa, para pengemudi juga dibayangi – banyangi ketakutakan akan hukuman pidana kurungan.

Walaupun lebih sering digunakan untuk menjerat supir yang ugal – ugalan, namn delik pada pasal ini tidak hanya terpaku pada kecelakaan lalu lintas.

Semua kegiatan yang merupakan kelalaian yang menyebabkan orang terluka atau meninggal bisa dijerat pasal ini, dengan hukuman pidana kurungan selama – lamanya 5 tahun penjara atau kurungan selama – lamuang 1 tahun.

Menghilangkan Nyawa Atau Melukai Seseorang Bisa Dijerat Pasal 359 KUHP

 

Bunyi Pasal 359 KUHP

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”

Penerapan Pasal 359 KUHP

Semua tindakan kelalailan yang bisa menyebabkan orang terluka ataupun meninggal dasarnya bisa dijerat dengan pasal 359 KUHP.

Contoh kasus yang bisa dijerat dengan pasal ini selain kasus kecelakaan yang menjadi pelanggan tetap adalah kasus malpraktik yang biasa terjadi di rumah sakit atau klinik dokter.

Kejadian malpraktrik yang dilakukan staff medis kerap kali menimbulkan kerugian bagi para pasiennya. Walauppun pada dasarnya kejadian malpraktik terjadi karena ketidaksengajaan.

Namun tetap saja, berdasarkan pasal 359 KUHP staff medis yang melakukan kelalaian hingga menyebabkan pasien terluka atau meninggal tetap dijerat dengan pasal ini.

Pasal 359 KUHP juga bisa dikenakan pada militer atau anggota berwajib yang lalai dalam menggunakan senjata sehingga melukai atau membunuh warga sipil ataupun rekan kerjanya.

Peristiwa ‘peluru nyasar’ memang sering terjadi utamanya ketika seorang polisi atau pihak berwajib sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku kejahatan.

Walaupun sifat lupa atau lalai merupakan hal yang manusiawi, namun jika sudah sampai pada tahap melukai atau membunuh seseorang, tidak bisa dimaklumi lagi.

Peristiwa tersebut tetap harus ditindaklanjuti agar kedepannya kita lebih berhati – hati lagi dalam bertindak sehingga tidak merugikan orang lain apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. (nn)

Tags: , , , , , ,

Category: Pidana

Comments are closed.