Menjelajah Dunia Kelautan Di Museum Bahari

| July 13, 2012

Museum Bahari

Sejarah Singkat

Bangunan yang digunakan sebagai Museum Bahari adalah bangunan peninggalan VOC yang dulunya dikenal dengan nam Westzjidche Pakhuizen, atau gudang tepi barat.

Pasca kemerdekaan, bangunan yang pernah dijadikan gudang peralatan militer oleh Jepang ini, kemudian diambil oleh dan dipersiapkan sebagai museum sejak tahun 1976.

Dan resmi menjadi museum bahari sejak tangga; 7 Juli 1977.

 

Menjelajah Dunia Kelautan Di Museum Bahari

 

Data Museum Bahari

  • Alamat
    Jalan Pasar Ikan No. 1, Jakarta Utara
  • Jam Operasional :
    • Selasa – Minggu : 09.00 – 15.00
    • Senin dan hari libur nasional, museum tutup

Koleksi Museum Bahari

Bangunan museum terdiri dari 2 lantai dengan koleksi mencapai ribuan koleksi

Lantai Dasar

Penjelajahan dunia kelautan di mulai sejak pengunjung memasuki pintu masuk gedung museum. Pengunjung bisa menjelajahi museum ini sendiri atau dengan panduan pemandu.

Koleksi yang terdapat di lantai dasarĀ  berkaitan dengan :

  • arkeologi
  • etnografi
  • seni kriya bahari

yang disampaikan melalui koleksi posterĀ  yang berisikan teks – teks dan foto – foto klasik.

Selain menjelaskan konidisi Pelabuhan Sunda Kelapa pada masa lampau melalui poster, di lantai dasar pengunjung juga bisa mempelajari bentuk – bentuk senimodern dan modern melalui miniatur kapal yang dipamerkan di ruangan lain.

Selain memamerkan miniatur kapal, dipamerkan juga alat – alat yang digunakan untuk membuat perahu, seperti

  • palu besi
  • tambang
  • jarum
  • terpal plastik
  • kampak
  • gergaji
  • parang
  • catok
  • linggis
  • mata serutan
  • sipatan
  • bor kayu
  • paku
  • kain layar
  • serutan kayu

Beserta cara untuk membuat perahu tradisional.

Lantai Dua

Lanntai ini memerkan berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di periaran Indonesia, seperti :

  • ikan duyung
  • ikan pemakan planton
  • ikan – ikan kecil

Sedangkan di ruangan teknolhi penangakapan ikan, pengunjung akan mendapat pengetahuan tentang alat – alat yang biasa digunakan untuk menangkap ikan, seperti ;

  • jala
  • jaring
  • bubu
  • seser
  • mata tombak

beserta cara membuanya.

Di ruangan selanjutnya pengunjung akan disuguhi pengetahuan tentang perlengkapan penunjang pelayaran :

  • model menara suar
  • teropong
  • pelampung
  • navigasi
  • jangkar

Walaupun pada kenyataanya orang zaman dulu menggunakan gejala alam sebagai nagivasi dalam pelayaran, sebelum mengenal adanya kompas dan satelit. (nn)

Tags: , , , , , ,

Category: INDONESIA, JALAN-JALAN, Umum

Comments are closed.