Pentingnya Lampu Sein

| March 2, 2012 | 0 Comments

Lampu Sein

Lampu sein merupakan salah saru unsur penting yang harus dimilikiolhe setiap kendaraan bermotor, baik itu berupa sepeda motor ataupun mobil.

Lampu sein atau riting berfungsi untuk menghindarkan kita dari kecelakaan saat kendaraan kita akan berbelok dengan cara menyalakan lampu sein sebagai tanda kepada pengendara lain.

Umumnya lampu sein yang digunakan pada kendaraan bermotor adalah lampu yang berwarna kuning.

lampu sein

Warna kuning dipilih sebagai lampu sein karena waran ini dapat terlihat jelas baik pada malam atau siang.

Juga ketika jalanan sedang diguyur hujan, warna kuning tetap bisa terlihat dengan jelas, sehingga sesuai dengan tujuan dinyalakannya lampu sein untuk meminimalkan kecelakaan.

Oleh karea itulah sangat penting bagi pengguna kendaraan bermotor untuk memeriksa keadaaan lampu sein secara berkala.

Saat lamu sein sudah tidak menyala atau tidak mau berkedip ketika dinyalakan, maka sebaiknya kita segera mengecek kerusakaan apa yang terjadi pada lampu sein.

Sejarah Penggunaan Lampu Sein

Ide tentang penggunaan lampu sein pada kendaraan muncul ketika masyarakat pada abad ke – 18 sudah mulai beralih dari kendaraan yang berbentuk gerobak ke kendaraan yang lebih modern.

Awalnya kendaraan yang diciptakan menggunakan bahan bakar uap dan kemudian berkembang lagi dengan mengganti bahan bakar uap dengan mesin berbahan bakar.

Kendaraan yang diciptakan secara fungsional memang terlihat lebih baik dan efesien, namun sayangnya kendaraan berbahan bakar bensin kerap kali menimbulkan kecelakaan.

Khususnya ketika kendaraan berada ditingkungan, hal ini dikarenakan karena pada masa itu  belum ada tanda yang bisa mereka gunakan ketika kendaraan akan berbelok.

Hingga akhirnya pada tahun 1920an sebuah pabrik kendaraan berinisiatif menggunakan lonceng dan peluit sebagai tanda peringatan ketika kendaraan akan berbelok.

Lonceng berbunyi  satu kali menandakan bahwa kendaraan akan berbelok ke kanan dan ketika berbunyi dua kali berarti kendaraan akan berbelok ke kiri.

Namun sayangnya penggunaan lonceng sebagai tanda kendaraan akan berbelok justru membuat orang binggung karena banyakany suara lonceng yang ada di jalanan.

Hingga akhirnya pada tahun 1930 diciptakanlah lamu sebagai tanda kendaraan akan berbelok. Lampu itu kemudian dipasang di bagian kanan – kiri, sepan dan belakang kendaraan.

Lampu inilah yang sekarang kita kenal dengan sebutan lampu sein atau riting. (nn)

Tags:

Category: Mobil, Motor

Leave a Reply