Psikologi Anak Balita

| February 9, 2012 | 0 Comments

Psikologi Anak Balita

Seperti yang kita ketahui masa keemasan pada anak sudah berlangsung sejak anak menginjak masa balita atau usia pra sekolah.

Pada saat anak menginjak masa balita tidak hanya fisik dan kecerdasannya saja yang berkembang dengan pesat tapi juga psikologi atau mental anak tersebut.

Sehingga dalam masa – masa tersebut orang tua harus lebih ekstra hati – hati dalam berperilaku di depan anak dan dalam mendidik anak.

psikologi anak balita

Salah langkah dalam mendidik dan berperilaku akan menganggu perkembangan psikologi anak balita. Seperti yang kita katahui, anak pada masa balita adalah peniru yang ulung dan juga pembakang yang hebat.

Kebanyakan orang tua menganggap dengan banyak melarang dan mengancam anak dengan hukuman bisa membuat anak menjadi penurut.

Padahal anggapan tersebut salah besar, mendidik anak dengan banyak larangan dan ancam justru akan mengganggu perkembangan psikologi anak balita.

Dengan cara pendidikan yang seperti itu, hanya akan membuat anak makin membantah dan bertindak di luar kendali.

Semakin sering dimarahi justru anak akan semakin kebal dengan omelan orang tuanya dan tentunya membuat anak semakin bandel.

Pada masa balita, sebaiknya orang tua lebih membebaskn anak. Sebagai orang tua sebaiknya kita cukup mengawasai saja, jangan terlalu banyak melarang anak.

Apalagi sampai mengeluarkan umpatan walaupun masih terbilang halus seperti mengatakan bahwa anak naka, anak bandel dan sejenisnya.

Daripada mengumpat, sebaiknya kita lebih sering memuji tingkah anak dan menunjukan kasih sayang kepada anak.

Dan gantilah kata jangan dan tidak dengan kata yang tidak mengandung larangan atau ancaman.

Misalnya jika anak ingin bermain di luar dan kita tidak menginginkannya jangan menagatakan pada anak ‘ ade jangan main di luar’ tapi sebaiknya katakan ‘ ade mainnya di dalam aja ya’ atau kata – kata lainnya.

Dan yang paling terpenting adalah dengan menjada perilaku kita di depan si kecil. Karena ada ungkapan yang mengatakan bahwa

Pada saat anak besar, dia tidak akan mengingat apa yang diajarkan orang tuanya. Tapi dia akan mengingat apa yang dilakukan orang tuanya. (nn)

Tags: , , , , ,

Category: Ibu & Anak, PSIKOLOGI

Leave a Reply