Sejarah Tari Jaipong

| February 8, 2012 | Comments

Sejarah Tari Jaipong – Sebagai tarian kreasi yang bisa dibilang masih tergolong baru, tari jaipong mempunyai sejarahnya sendiri yang patut untuk diketahui agar kita makin menghargai tarian pergaulan yang satu ini.

Tidak hanya melihat tari jaipong sebagai tarian yang hanya menonjolkan sisi erotisnya.

Sejarah tari jaipong sebenarnya tidak bisa terlepas dari kebudayaan rakyat sunda yang sudah lebih dulu berkembang di daerah tersebut seperti ketuk tilu, kliningan dan ronggeng.

Oleh karena itulah dalam tarian jaipong kita masih dapar melihat unsur – unsur yang terdapat dalam kesenian klasik sunda tersebut.

Sejarah Tari Jaipong

Seperti gerakan bukaan, pencugaan dan nibakeun yang diambil oleh pencipta tari jaipong Gugum Gumbira dari seni klasik ketuk tilu.

Bahkan karena kentalnya unsur ketuk tilu yang terdapat dalam tarian kreasinya, Gugum dulunya menamakan tari jaipong dengan nama tari ketuk tilu.

Unsur gerakan yang terdapat dalam tari jaipong tidak hanya terpengaruh pada seni ketuk tilu, tapi juga seni pencak silat, ronggen dan juga kliningan atau badjidoran.

Tari jaipong sebenarnya memiliki banyak kreasi gerakan. Namun menurut sejarah tari jaipong, karya tari jaipong yang pertama kali diperkenalkan pada masyarakat adalah ‘Daun Pulus Kenjer’ dan ‘Rendeng Bojong’.

Di mana kedua jenis karya tari jaipong merupakan jenis tari puti dan tari berpasangan yang ditampilkan oleh penari putra  dan putri.

Dan karena memiliki unsur – unsur gerakan yang menggambarkan keceriaan, erotis dan humor apalagi seni tari jaipong juga tidak bisa dipisahkan dari seni tari ronggeng.

Sehingga pada awal kemunculan tari jaipong sempat dipandang sebelah mata karena banyak yang menilai tarian karya Gugum Gumilar hanya menampilakn sisi erotis dan vulgar.

Namun seiring makin seringnya tarian jaipong dipentaskan, anggapan tersebut pun mulai memudar sehingga tari jaipong kini sering dijadikan tarian penyambutan tamu yang datang ke daerah sunda. (nn)

Category: INDONESIA