Suku Hampir Punah, Suku Pedalaman Amazon

| February 16, 2012 | Comments

Suku Amazon

Hutan Amazon di Brazil, Amerika Selatan selain menyimpan oksigen dan aneka flora dan fauna yang cukup beragam, ternyata juga menjadi tempat tinggal bagi suku amazon.

Suku pedalaman yang tinggal di perbatasan Brasil – Peru ini merupakan suku yang hidup terisolasi dari segala macam hingar – bingar teknologi.

Bahkan dikabarkan bahwa suku pedalaman amazon merupakan suku yang belum mengenal adanya konsep waktu untuk menunjukan kapan terjadinya suatu keadaan atau kejadian.

Konsep waktu yang dikenal oleh suku pedalaman ini hanyalah terbatas pada waktu yang dibedakan atas siang – malam, musin hujan – musim kering.

Suku Hampir Punah, Suku Pedalaman Amazon

Bahkan dalam suku ini tidak dikenal ukuran usia atau umur seseorang, biasanya umur seoarang anggota suku ditandai dengan penggantian nama ketika dia mulai meninjak usia dewasa.

Suku ini memiliki ciri khas dahi yang dicukur dan rambut yang dibiarkan panjang di bagian belakang sehingga sspintas terlihat seperti suku Panoan Indian.

Suku pedalaman amazon masih menggunakan sistem barter antar suku – suku lainnya, biasanya satu suku terdiri dari 150 orang anggota.

Terancam Punah

Hidup jauh dari peradaban manusia pada umumnya, membuat suku ini benar – benar terasing dari dunia luar.

Sehingga suku pedalaman amazon kini dikabarkan hampir punah. Suku yang awalnya berpulasi lebih dari 2000 orang kini diperkirakan hanya tersisa kurang dari 600 orang.

Tidak hanya itu, kebudayaan yang dimiliki oleh suku tersebut pun perlahan – lahan mulai hilang dari peradaban.

Kepunahan kebudayaan dan anggota suku amazon kemungkinan besar karena banyaknya penebangan liar yang dilakukan dari wilayah Peru.

Hingga akhirnya suku pedalaman amazon terpaksa hidup secara nomaden atau berpindah – pindah hingga ke Kolombia.

Dan ditempat tinggal yang barunya ini suku amazon mulai mengalami berbagai kesulitan. Karena di tempat ini suku amazon tidak bisa melakukan kegiatan berburu ataupun memancing.

Bila mereka tetap nekat melakukan kegiatan tersebut, maka mereka akan diserang dengan kemarahan petani lokal. Pemerintah negeri Brazil bukannya tidak peduli dengan kehidupan mereka.

Namun sikap dari pemerintahan Peru yang kerap kali menyulitkan suku tersbut membuat LSM yang menangani masalah tersebut tidak bisa melakukan tindakan yang optimal untuk tetap melestarikan keberadaan suku amazon. (nn)

Category: MANCANEGARA