Tari Campak

| February 3, 2012 | Comments

Tari Campak – Ketika mendengar kata campak, mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah penyakit campak yang biasa menyerang balita.

Tapi ternyata ada juga tarian yang menggunakan kata campak untuk menyebut tarian tersebut. Ternyata bukan hanya penyakit yang memakai kata campak ya.

Adalah tari campak yang berasal dari daerah Bangka -Belitung. Untuk sebagian kita yang tidak berasal dari daerah ini mungkin sedikit asing dengan jenis tarian yang satu ini

tari campak.

Menurut beberapa sejarah, tari campak sebenarnya bukan tarian asli pulau Laskar Pelangi tersebut, melainkan berasal dari Pulau Lingga di Riau.

Tari campak bisa sampai di Bangka Belitung kemungkinan karena dibawa oleh seorang yang bernama Nek Campak melaui Pulau Seliu pada abagd 18.

Mungkin karena yang membawa tarian ini ke Bangka Belitung bernama Nek Campak sehingga tarian ini disebut tariĀ  campak.

Oleh muda – mudi di Bangka Belitung tari campak merupakan tarian pergaulan yang dibawakan secara berpasangan sambil berbalas pantun.

Pertunjukan tari campak biasanya diiringi oleh tabuhan gendang yang berpadu dengan gesekan dari biola dan pukulan gong yang dimainkan secara berkala.

Dalam tari campak para penari biasanya menggunakan alat bantu berupa sapu tangan yang dimainkan mengikuti gerak penari yang lemah gemulai.

Pada akhir penampilannya, jika sang pria kalah dalam adu balas pantun dengan wanita. Maka pria tersebut akan membrikan uang kepada penari wanita yang menjadi pasangannya.

Penari wanita dalam tari campak disebut nduk campak sedangkan penari pria disebut penandak.

Selama pertunjukan berlangsung, para penonton diperbolehkan untuk memeberi saweran atau uang kepada penari wanita.

Tari campak biasanya ditampilkan setelah masyarakat telah memanen padi ataupun sepulangnya mereka dari kebun ( ume ).

Namun tak jarang juga tarian ini digunakan sebagai tarian hiburan dalam berbagai kegiatan seperti uoacara penyambutan tamu ataupun dipentaskan pada acara pernikahan.

Walaupun tari campak merupakan tarian khas Indonesia namun tidak memungkiri adanya pengaruh budaya Eropa yang terdapat pada tari campak.

Hal ini bisa dilihat dengan pemakaian alat musik akordion dan model baju yang digunakan oleh penari wanitanya. (nn)

Category: INDONESIA