Tari Hula : Tari Mancanegara Khas Hawaii

| March 5, 2012 | Comments

Tari Mancanegara

Salah satu kebudayaan mudah untuk diterima oleh masyarakat internasional adalah tarian, ini dikarenakan tarian merupakan salah satu ciri khas suatu negara.

Sehingga tidak mengherankan jika di Indonesia atao negara – negara lainnya tarian mancanegara yang tidak memiliki hubungan dengan kebudayaan negara tersebut juga dipelajari.

Misalnya saja di Indonesia, selain tarian daerah khas Indonesia banyak juga masyarakat yang mempelajari tarian mancanegara seperti tari salsa, tarian jepang atau jenis tari mancanegara lainnya.

Bahkan tari hula atau hula – hula dance khas Hawaii pernah ditampilkan dalam suatu pembukaan taman hiburan di daerah Bogor.

Tari Hula : Tari Mancanegara Khas Hawaii

Tari Hula – Hula

Tari hula atau hula – hula seperti yang disebutkan di atas merupakan salah satu jenis tarian khas Hawaii, Amerika Serikat.

Dalam pertunjukan tari hula – hula biasanya akan diiringi oleh lagu atau nyanyian yang dikenal dengan sebutan mele.

Lagu ini merupakan lagu yang diciptakan oleh suku Polinesia yang tinggal di kepulauan Hawaii. Gerakan yang tercipta dari tarian hula – hula merupakan pendramatisan dari lagu mele.

Walaupun sepintas tarian hula – hula terlihat seperti gerakan yang hanya menggerakan tangan ke sana kemari, namun sebenarnya tari hula – hula memiliki banyak jenis tarian.

Secara umun tarian hula – hula bisa digolongkan berdasarkan gaya poenyajian, tema dan periode yang diperlukan dalam menarikan tarian tersebut.

Macam – macam Tari Hula – hula

Berdasarkan gaya penyajiannya tari hula bisa dibagi menjadi 2 kelompok yaitu hula kahiko yang biasa ditampilkan sebelum waraga kuilt putih tiba di Hawaii, sehingga tarian hanya diiringi dengan nyanyian dan alunan musik tradisional.

Sedangkan auana adalah tari hula yang sudah terjamah oleh pengaruh Barat sehingga dalam pertujukan pun sudah menggunakan alat musik modern seperti gitar, ukulele dan kontrabass.

Selain itu ada juga jenis hula golongan monarchy yang diciptakan pada abad ke-19 dan hula ai kahiko yang diciptakan pada abad ke-20 dan ke – 21. (nn)

Category: MANCANEGARA