Tari Ketuk Tilu

| December 23, 2011 | Comments

Tari Ketuk Tilu adalah salah satu budaya daerah yang berasal dari daerah Sunda. Tari Ketuk Tilu merupakan akar dari Tari Jaipong yang kita kenal sekarang.

Istilah ketuk tilu pada seni tari ketuk tilu berasal dari alat musik yang mengiringnya yaitu bonang yang diketuk tiga kali.

Dalam bahasa sunda tiga artinya telu.

Tari Ketuk Tilu

Pada awalnya tari ketuk tilu ditampilkan pada upacara untuk menyambut panen padi.

Tari ketuk tilu merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Dewi yang dipercaya telah menjaga kesuburan padi.

Seiring berkembangnya zaman tari ketuk tilu tidak hanya ditampilkan pada upcara panen padi, tetapi juga pada  upacar pernikahan dan upacara khusus lainnya.

Fungsi tari ketuk tilu pun tidak hanya sebagai ungkapan rasa terima kasih lagi. Tetapi juga sebagai tarian pergaulan dan hiburan bagi masyarakat Sunda.

Pertujukan tari ketuk tilu sering dianggap sebagai pertunjukan yang erotis, vulgar dan seronok. Apalagi pada awal ditampilkannya tari ketuk tilu selalu diiringi ronngeng.

Ronggeng yang menjadi primadona pada pertunjukan tari ketul tilu memang biasanya mengeksploitasi gerak tubuh yang erotis.

Hal ini tercermin dari unsur gerakan yang terdiri dari goyang, gitek dan geol.

Namun sebenarnya maksud dari gerakan dalam tari keuk tilu ataupun ronggeng tidak untuk mengeksplotasi keerotisan semata.

Sebagai tarian yang ditujukan untuk menyambut panen padi, gerakan yang terkandung dalam tarian tersebut merupakan lamabang kesuburan padi.

Sehingga banyak unsur – unsur dalam bertani yang menjadi pola pada musik pengiring ataupun gerakan pada tari ketuk tilu. (nn)

 

Category: INDONESIA